BMC – 03. Basic Machine Element
About Course
Basic Machine Element
Modul Basic Machine Element adalah salah satu materi inti dalam program Basic Mechanic Course (BMC) yang dirancang untuk membekali peserta dengan pengetahuan dasar tentang elemen-elemen mesin. Tujuan utamanya adalah agar calon mekanik, khususnya di bidang alat berat, mampu memahami nama, fungsi, lokasi, dan aplikasi komponen mesin. Pemahaman ini menjadi dasar penting sebelum melangkah ke pelatihan lanjutan seperti Preventive Maintenance Unit, Component Overhaul, maupun Remove and Install Component.
Isi modul mencakup enam kegiatan belajar: coating material, fasteners, bearing, seal & gasket, belt, serta fitting & hose. Setiap kegiatan membahas teori, fungsi, jenis, hingga aplikasi komponen, dilengkapi dengan latihan soal dan praktik. Dengan metode ini, peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga dapat menerapkannya dalam pekerjaan lapangan.
Materi pertama adalah coating material, yaitu bahan pelapis yang digunakan untuk melindungi dan merekatkan komponen. Contohnya termasuk adhesive untuk perekat kuat, sealant untuk mencegah kebocoran, dan thread lock untuk menjaga kekencangan baut meski terkena getaran. Pemahaman coating sangat penting untuk menjamin kekuatan dan ketahanan sambungan komponen.
Selanjutnya adalah fasteners, yaitu pengikat yang menggabungkan berbagai komponen menjadi satu kesatuan. Komponen fasteners mencakup baut (bolt), mur (nut), sekrup (screw), pasak (key), pin, washer, clamp, hingga snap ring. Setiap jenis fastener memiliki fungsi spesifik, misalnya washer sebagai pelindung permukaan, atau snap ring sebagai pengunci posisi. Penguasaan fasteners diperlukan karena hampir semua perakitan mesin melibatkan komponen ini.
Bearing dibahas sebagai komponen penting yang berfungsi mengurangi gesekan dan menopang beban poros (shaft). Modul ini membedakan plain bearing (bushing) dengan antifriction bearing seperti ball bearing, roller bearing, dan needle bearing. Bearing menahan beban radial maupun thrust dan harus dipasang dengan benar menggunakan metode seperti press fit, expansion fit, atau shrinkage fit agar tidak cepat rusak.
Seal dan gasket diperkenalkan sebagai komponen penyekat yang mencegah kebocoran cairan, gas, atau debu. Seal umumnya berbentuk O-ring atau oil seal, sedangkan gasket berbahan lembaran (sheet) yang dipasang di antara dua permukaan. Pemasangan seal dan gasket harus memperhatikan titik kritis agar tidak bocor atau cepat aus.
Kemudian ada belt, yaitu sabuk transmisi yang digunakan untuk memindahkan tenaga dari satu pulley ke pulley lain. Jenis-jenis belt meliputi flat belt, V-belt, round belt, ribbed belt, hingga timing belt. Belt dipilih sesuai kebutuhan daya dan desain mesin. Kelebihan V-belt misalnya, mampu meredam getaran serta memiliki efisiensi transmisi yang cukup tinggi.
Terakhir, fitting dan hose yang berfungsi menyalurkan fluida, seperti oli atau hidrolik, dalam sistem mesin. Hose dibuat dari material khusus agar tahan tekanan, sedangkan fitting berfungsi sebagai sambungan dan memiliki berbagai pola penomoran untuk menyesuaikan standar. Pemahaman hose dan fitting sangat penting dalam sistem hidrolik maupun pendingin.
Selain materi teknis, modul ini juga menekankan aspek keselamatan kerja, disiplin penggunaan alat, serta pentingnya belajar mandiri. Evaluasi peserta mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap, dengan standar nilai minimal yang harus dicapai untuk dinyatakan lulus. Dengan menguasai modul ini, peserta diharapkan siap melanjutkan ke pelatihan tingkat lanjut dalam program mekanik alat berat.
Course Content
Basic Machine Element
-
Modul Basic Machine Element
-
BME Quiz